top of page

Kasus Positif Covid-19 Tinggi, Presiden Imbau Fokus pada 3T

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 13, 2020
  • 2 min read

Kenaikan kasus positif Covid-19 di Indonesia menyita perhatian Kepala Negara. Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk fokus pada 3T, yaitu pengujian (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Ia menekankan pada delapan provinsi dengan angka penularan tinggi.


"Tetap pada perhatian kita untuk memasifkan 3T: testing, tracing, dan treatment dengan prioritas khusus untuk 8 provinsi yaitu Jatim, DKI Jakarta, Jabar, Sulsel, Jateng, Sumut, dan Papua, (serta Kalsel)," kata Presiden Jokowi saat rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7/2020).


Rapat terbatas membahas tentang percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19. Agar target pengujian tercapai, Presiden Jokowi berpesan untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di rumah sakit, pengujian PCR, dan jumlah laboratorium di daerah dengan dukungan mobile lab PCR.


"Kita harapkan nantinya target sesuai yang saya sampaikan itu bisa tercapai 30 ribu (pengujian)," imbuh Presiden.


Saat memimpin rapat terbatas, Presiden Jokowi mengatakan pentingnya pengendalian wilayah perbatasan, perjalanan, dan transportasi antarwilayah untuk mencegah mobilitas dan penularan Covid-19.


"Pengendalian wilayah perbatasan dan perjalanan serta transportasi lintas wilayah betul-betul harus kita jadikan perhatian lagi karena imported cases dari luar negeri juga kita lihat meningkat," kata Presiden Jokowi.


Kala berkunjung ke Jawa Timur, Presiden Jokowi mendapati survei bahwa 70 persen warga Jawa Timur beraktivitas tanpa masker. Oleh karena itu, Presiden menekankan pentingnya sosialisasi dan pengawasan yang lebih ketat dibandingkan sebelumnya.


"Saya ingin mobilisasi di TNI, Polri relawan, ormas, hingga tokoh di kampus semua bergerak ikut mengampanyekan ini sekaligus melakukan pengawasannya," ujar Presiden.


Selain perawatan medis, Presiden Jokowi juga memandang penting sosialisasi Gerakan Nasional Disiplin Protokol Kesehatan secara masif.


Sosialisasi harus dilakukan secara persuasif, komunikatif, dan partisipatif untuk membangun kepercayaan masyarakat mengenai pentingnya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.


"Komunikasi yang membangun kepercayaan, yang berbasis pada ilmu pengetahuan, sains, dan data sains guna membangkitkan partisipasi masyarakat terutama yang rentan," Presiden Jokowi memungkasi. (Al-Hanaan)



Foto: Setneg

Comments


bottom of page