Jepang Resmi Gunakan Dexamethasone untuk Obati Covid-19
- MyCity News

- Jul 27, 2020
- 2 min read

Para peneliti dan ilmuwan di seluruh dunia terus berupaya untuk mencari obat paling ampuh untuk Virus Covid-19. Teranyar, Jepang secara resmi menggunakan obat Dexamethasone untuk mengobati Virus Covid-19.
Seperti dinukil Nikkei, Senin (27/7/2020), Dexamethasone menjadi obat anti-inflamasi kedua yang disetujui oleh Kementerian Kesehatan Jepang untuk mengobati Covid-19. Kementerian Kesehatan Jepang meneken penggunaan obat Dexamethasone pada 17 Juli lalu.
Sebelumnya, Jepang menggunakan Remdesivir sebagai obat Covid-19. Penggunaan obat ini diresmikan pada Mei lalu.
Baca Juga:
Dexamethasone sudah digunakan secara luas di Inggris dan terbukti ampun mengurangi angka kematian terhadap pasien Covid-19 yang berada dalam kondisi kritis.
Dalam penelitian yang dibuat oleh University of Oxford, penggunaan Dexamethasone diketahui dapat mengurangi tingkat kematian pasien yang membutuhkan ventilator sekitar 11%. Jika angka kematian sebelumnya ada di 40%, dengan penggunaan Dexamethasone pada pasien demikian kematian turun di angka 29%.
Hasil uji coba Dexamethasone, obat murah yang direkomendasikan peneliti Universitas Oxford untuk mengobati Covid-19, sudah keluar pada Jumat (17/7/2020). Obat ini terbukti bermanfaat untuk menyelamatkan nyawa pasien Covid-19.
Hasil penelitian juga menyimpulkan bahwa penggunaan Dexamethasone bisa berbahaya jika diresepkan terlalu dini.
Dalam studi tersebut, 2.104 pasien di rumah sakit diberi enam miligram dosis Dexamethasone setiap hari selama 10 hari dan 4.321 pasien menerima perawatan biasa. Tingkat kematian dibandingkan setelah 28 hari.
Di antara pasien yang menggunakan ventilator, tingkat kematian untuk pasien yang menggunakan dexamethasone adalah 29,3 persen dibandingkan dengan 41,4 persen pada mereka yang tidak menggunakan obat tersebut.
Dengan kata lain, kelompok ini mengalami penurunan angka kematian 29 persen, hanya di bawah sepertiga.
Pada pasien yang diberikan terapi oksigen namun dengan cara yang kurang invasif, manfaat dexamethasone bahkan lebih kecil, 23,3 persen meninggal dibandingkan 26,2 yang tidak menggunakannya.
Hanya saja, tidak ditemukan manfaat di antara kelompok yang tidak menerima oksinegasi pada saat percobaan di mulai. Dalam kohort ini, 17,4 persen dari pengguna steroid meninggal dibandingkan dengan 14 persen yang tidak menerimanya, yang menunjukkan bahwa obat meningkatkan risiko kematian mereka.
Alasannya adalah obat ini bekerja dengan menekan respon imun abnormal yang merusak organ tubuh daripada bekerja melawan virus. (Arie Nugroho)

Comments