Ini Komentar WHO Soal Obat Dexamethasone
- MyCity News

- Jun 18, 2020
- 2 min read

Obat Dexamethasone menjadi viral setelah para peneliti Oxford mengungkap hasil pengujian awal bahwa obat ini mampu menyelamatkan nyawa pasien yang terjangkit Virus Covid-19 dengan kondisi parah. Lantas, apa komentar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)?
Seperti dilansir Daily Mail, Kamis (18/6/2020), Dexamethasone sebenarnya adalah obat generik yang telah digunakan sejak tahun 1960-an. Obat ini berfungsi untuk mengurangi peradangan pada penyakit seperti radang sendi.
Berdasarkan hasil uji coba awal yang diumumkan para peneliti Oxford, Selasa (16/6/2020), obat ini terbukti dapat memangkas tingkat kematian sekitar di antara pasien Covid-19 dengan kondisi parah yang dirawat di rumah sakit.
Baca Juga:
Hasil uji coba tersebut menjadikan Dexamethasone sebagai obat pertama yang terbukti menyelamatkan hidup dalam memerangi Covid-19.
Meski demikian, beberapa dokter memilih untuk berhati-hati dalam menggunakan obat ini. Mereka ingin lebih dulu memastikan kemungkinan efek samping obat ini dan meminta lebih banyak kajian data mengenai obat ini.
"Sangat penting dalam kasus ini bahwa obat ini disediakan untuk digunakan pada pasien yang sakit parah dan kritis. Sehingga, mereka dapat memperoleh manfaat dari obat ini dengan jelas," ujar Kepala Program Kedaruratan WHO, Mike Ryan.
Berdasarkan hasil uji coba awal ini, para peneliti Oxford mengungkapkan bahwa obat ini harus segera digunakan untuk perawatan standar bagi pasien Covid-19 dalam kondisi parah. Meskipun, hasil studi obat ini baru sebatas pendahuluan.
"Ini adalah pengobatan pertama yang ditunjukkan untuk mengurangi angka kematian pada pasien dengan COVID-19 yang membutuhkan dukungan oksigen atau ventilator," ujar Pimpinan WHO, Tedros Ghebreyesus.
"WHO akan mengoordinasikan meta-analisis untuk meningkatkan pemahaman kita secara keseluruhan tentang intervensi ini. Pedoman klinis WHO akan diperbarui untuk mencerminkan bagaimana dan kapan obat harus digunakan dalam COVID-19," dia menambahkan.
Ya, Dexamethasone memang obat yang dijual secara bebas di pasaran. Meski demikian, mengonsumsi obat ini harus atas resep dan pantauan dokter.
Menurut Market Watch, penggunaan Dexsamethason untuk perawatan per pasien COVID-19 hanya menghabiskan biaya sebesar 5 poundsterling (Rp85.000).
Sementara itu, menurut beberapa situs belanja online, harga Dexsamethason di Indonesia bervariasi mulai dari Rp4.000 sampai Rp140.000, tergantung dosis dan banyaknya obat.
Hal yang patut diwaspadai adalah efek samping dari obat ini. Dilansir drug.com, obat ini memiliki efek samping ringan yakni nafsu makan meningkat, berat badan bertambah, perubahan siklus menstruasi, gangguan tidur, pusing, sakit kepala dan sakit perut.
Efek samping yang lebih serius berupa demam, perubahan emosi, tubuh mudah lelah, nyeri di tulang, sendi atau otot. Lainnya, pembengkakan di tungkai, gangguan penglihatan, kejang, sesak nafas hingga pangkreatitis. (Arie Nugroho)

Comments