Herd Immunity Terlalu Berisiko untuk Diterapkan di Indonesia
- MyCity News

- Jun 2, 2020
- 2 min read

Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan new normal atau tatanan hidup normal yang baru untuk menghadapi pandemi Covid-19. Lantas, cara apa yang paling efektif untuk dilakukan sambil menunggu ditemukannya vaksin Covid-19?
Melalui rapat terbatas mengenai persiapan pelaksaan Protokol Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (27/5/2020), Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), meminta agar protokol mengenai tatanan normal baru atau new normal agar dapat segera disosialisasikan secara masif kepada masyarakat.
Terkait hal itu, Jokowi sebelumnya telah meninjau kesiapan menuju tatanan normal baru dengan meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan di sarana publik dan perniagaan.
Banyak pihak yang menyamakan new normal dengan herd immunity. Pemerintah sendiri telah menyatakan bahwa mereka tidak memakai strategi herd immunity dalam penanganan Covid-19, hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.
"Kalau orang terpapar Covid-19 sampai 70 persen, maka orang yang belum terpapar ikut terlindungi. Itu karena di sekitar dia adalah orang-orang yang sudah terlindungi. Herd immunity itu berbeda-beda untuk setiap virus. Contohnya Lubela perlu 95 persen. Covid-19 diperkirakan 70 persen," ujar Prof.Dr.dr.Samsuridjal Djauzi, SpPD, KAI, Spesialis Penyakit Dalam Alergi dan Immunologi.
"Kenapa ini dipersoalkan. Itu karena belum ada vaksinnya. Ini buat Indonesia tidak mungkin. Populasi kita terlalu besar. Jika ada 5 persen saja yang meninggal dari 200 juta, sudah berapa jumlahnya. Risikonya terlalu besar," dia menambahkan.
Melalui Webinar Zoom Bincang Sehat Imunitas dengan topik Herd Immunity, New Normal and Reality yang diikuti MyCity, Selasa (2/6/2020), Prof.Dr.dr.Samsuridjal Djauzi mengatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan cara terbaik untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19 sebelum vaksin ditemukan.
"Kita sudah memutuskan untuk melakukan PSBB. Ini adalah protokol kesehatan yang kita laksanakan. Ini adalah upaya pencegahan terbaik sebelum ada vaksin. Meskipun sudah ada vaksin Covid-19, upaya ini harus tetap kita laksanakan," dia menutup.
Hingga hari ini, total ada 26.940 orang terkonfirmasi terjangkit virus Covid-19. 7.637 dinyatakan sembuh dan 1.641 orang meninggal dunia. (Arie Nugroho)

Comments