Dokter Reisa Berikan Tips Bagi Penyandang PTM
- MyCity News

- Jul 9, 2020
- 2 min read

Penyandang penyakit tidak menular (PTM) semakin rentan jika terinfeksi Covid-19. Penyakit tidak menular (PTM) merupakan kelompok penyakit yang berpotensi tinggi menjadi penyakit penyerta (komorbid). Beberapa PTM diantaranya hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, dan kanker.
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro menyarankan tiga hal bagi penyandang PTM. Pertama, menjaga asupan makanan dan minuman. Kedua, menjalankan gaya hidup sehat dan rutin memeriksakan diri ke dokter, terutama dokter yang mengetahui rekam medis penyandang PTM. Ketiga, penyandang PTM yang berusia > 50 tahun sebaiknya di rumah saja untuk menghindari Covid-19.
"Konsultasi dengan dokter apabila memungkinkan dengan bantuan telemedis atau konsultasi online. Tentunya diupayakan dengan dokter yang sudah mengetahui rekam medis kita," kata dr. Reisa saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Rabu (8/7/2020).
Dokter Reisa juga memberikan sembilan tips tambahan khusus bagi penyandang PTM. Apa saja sembilan tips itu?
"Pertama, tetap berada di rumah, terutama bagi yang berusia 50 tahun ke atas," ujar dr. Reisa.
Kedua, meningkatkan kekebalan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, menghindari gula dan lemak, dan berkonsultasi dengan dokter mengenai suplemen makanan.
"Ketiga, jaga jarak minimal 1-2 meter, hindari kerumunan atau keramaian," lanjut dr. Reisa.
Untuk tips keempat dan kelima, Dokter Reisa mengingatkan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik. Atau gunakan penyanitasi tangan yang mengandung alkohol 60 persen. Jangan lupa untuk memakai masker di ruang publik.
Keenam, hindari menyentuh wajah, hidung, mata, dan mulut sebelum mencuci tangan.
"Ketujuh, upayakan aktivitas fisik selama 30 menit per hari atau dapat disesuaikan dengan saran dokter guna meningkatkan imunitas tubuh. Namun, hindari aktivitas dengan intensitas yang tinggi," terang dr. Reisa.
Kedelapan, istirahat selama 6-8 jam sehari untuk tidur yang berkualitas.
Terakhir, Dokter Reisa juga menyarankan berbicara ke orang yang bisa dipercaya bilamana merasa stres, bingung, dan takut. Lakukan aktivitas yang dapat mengurangi kecemasan, seperti beribadah, membaca buku, dan mendengarkan musik.
Dokter Reisa menyarankan masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
"Hanya percaya yang terbukti kebenarannya. Hindari mitos dan hoax yang membuat anda panik," ungkapnya.
Meski sehat, dr. Reisa mengimbau masyarakat untuk melakukan screening minimal enam bulan hingga satu tahun sekali. Beberapa hal yang dipantau saat screening diantaranya tekanan darah, gula darah, indeks berat badan, dan indikator kesehatan personal lainnya. (Al-Hanaan)
Foto: Ignatius Toto Satrio - KOMBEN BNPB

Comments