Demi Kampanyekan Tes dan Pelacakan Covid-19, Inggris Bayar Influencer
- MyCity News

- Aug 31, 2020
- 1 min read

Setiap negara memiliki cara tersendiri untuk berperang melawan Covid-19. Pemerintah Inggris menggunakan jasa influencer media sosial untuk mengampanyekan layanan tes dan pelacakan Covid-19 Layanan Kesehatan Nasional (NHS).
Seperti dilansir BBC, Senin (31/8/2020), para influencer tersebut dibayar dengan jumlah yang dirahasiakan. Tugas mereka adalah membuat unggahan selama karantina wilayah (lockdown).
"Dengan menggunakan influencer, berarti kami dapat menjangkau lebih dari 7 juta orang," kata juru bicara pemerintah.
Baca Juga:
"Sebagai pemerintah yang bertanggung jawab, kami akan menggunakan segala cara yang mungkin untuk memberi informasi kepada publik selama pandemi dan meningkatkan kesadaran tes dan pelacakan NHS," sambung sang juru bicara.
Menurut sang juru bicara, langkah tersebut merupakan satu bagian dari kampanye lebih luas yang memanfaatkan televisi, radio, media sosial, media cetak, dan iklan, untuk memastikan publik memiliki informasi yang dibutuhkan.
Pemerintah Inggris memastikan,semua biaya yang digunakan dalam kampanye terkait virus corona itu akan dipublikasikan pada waktunya.
Lusinan influencer Instagram, termasuk mantan kontestan Love Island Shaughna Phillips, Chris Hughes, dan Josh Denzel membuat postingan Instagram berbayar yang ditandai sebagai iklan, dengan tagar "#gettested" dan "letsgetback".
Shaughna Phillips yang memiliki 1,5 juta pengikut di Instagram, mengunggah tentang pentingnya pengujian virus corona pada 17 Agustus 2020.
"Tes itu benar-benar gratis, cepat, dan sangat penting untuk menghentikan penyebaran virus corona," tulisnya. Dalam unggahannya, Phillips juga menuliskan telah mengunjungi pusat pengujian drive-thru dan menerima hasil tes dalam waktu 24 jam. (Arie Nugroho)

Comments