top of page

BPPT Targetkan Produksi 500.000 Rapid Diagnostic Test (RDT) Per Bulan

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 15, 2020
  • 1 min read

Updated: Jul 17, 2020



Pandemi Covid-19 menghantam sendi kehidupan. Ekonomi dan kesehatan adalah dua sektor yang terpukul keras. Namun, pandemi Covid-19 bisa dijadikan ajang untuk menciptakan kreasi dan inovasi.


Inilah yang dilakukan Konsorsium Riset dan Inovasi Teknologi Penanganan Pandemi Covid-19 Kementerian Ristek/BRIN. Mereka mengembangkan alat tes PCR, alat tes diagnostik cepat, ventilator, serta unit laboratorium bergerak dengan bio safety level (BSL) 2.



Kala dihubungi Radio Trijaya FM pada Rabu (15/7/2020), Kepala BPPT Hammam Riza menyampaikan bahwa Indonesia ketergantungan produk Rapid Diagnostic Test (RDT).


RDT Kit ini salah satunya sudah diluncurkan Presiden Joko Widodo di Hari Kebangkitan Inovasi Indonesia pada 20 Mei 2020. Momen itu bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.


RDT Kit bisa mendeteksi antibodi IgG dan IgM yang terbentuk saat seseorang terinfeksi Covid-19. Ini menjadi pilihan pengembangan produk RDT dengan teknik imunokromatografi.


"BPPT bersama Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, PT Hepatika Mataram dan juga sedang menjajaki kerjasama dengan PT Prodia Diagnostic Line serta beberapa industri lainnya agar dapat memproduksi RDT tersebut, agar kita tidak perlu mengimpor," Hammam menjelaskan.


"Dengan semangat bangga buatan Indonesia diharapkan produk ini dapat digunakan masyarakat dalam rangka melaksanakan pencegahan terhadap paparan Covid-19 ini," Hammam melanjutkan.



BPPT bersama Gugus Tugas Nasional dan Kemenkes berusaha memproduksi RDT dalam jumlah besar agar bisa digunakan masyarakat.


Tak perlu teknik khusus untuk menggunakan tes cepat. Siapapun bisa melakukannya. Saat ini distribusi RDT masih fokus pada rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan Kemenkes dan Gugus Tugas Nasional.


"Diharapkan dengan semakin banyaknya industri dengan target produksi sekitar 500.000/bulan, maka hingga akhir tahun bisa mencapai 3 juta tes kit yang mampu diproduksi oleh industri dalam negeri," Hammam memungkasi. (Al-Hanaan)



Foto: BPPT

Comments


bottom of page