BNPB Gandeng Influencer Untuk Edukasi Covid-19 di Papua
- MyCity News

- Jul 9, 2020
- 2 min read

Pemerintah melalukan berbagai cara dan pendekatan dalam edukasi dan sosialisasi tentang Covid-19. Mulai dari mengajak para ahli, tokoh adat, tokoh agama, hingga influencer. Semua bertujuan sama, yaitu bagaimana bahaya dan pencegahan Covid-19 bisa sampai ke masyarakat.
"Salah satu strategi dan inovasi yang kita lakukan, kami merangkul tokoh agama dan tokoh adat yang tergabung dalam FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama)," kata Try Laksono Harysantoso, Chief Field Office Unicef Indonesia.
Try mengajak tokoh adat dan agama di pedalaman Papua dan Papua Barat karena mereka bisa mempengaruhi masyarakat setempat. Peran tokoh adat dan agama sebagai aktor sosial mampu menjadi penyambung lidah secara efektif.
"Seperti teman-teman ketahui, Indonesia sebagai masyarakat yang relijius, tokoh agama dan tokoh adat ini menjadi panutan yang pesan-pesannya atau petuah-petuahnya itu sangat didengarkan dan diikuti oleh masyarakat di Papua dan Papua Barat," ungkap Try, saat berdialog dengan GTPPC-19 melalui ruang digital, Rabu (8/7/2020).
Sebelum melakukan edukasi pada masyarakat di pedalaman, para tokoh adat dan agama diberi pelatihan.
"Untuk peserta yang berada di Jayapura, sebisa mungkin kita berikan melalui pertemuan face to face. Namun, pertemuan face to face ini tetap harus memenuhi protokol Covid-19," terang Try, Chief Field Office Unicef Indonesia yang berkantor di Papua.
"Nah mereka kita hubungkan dengan zoom kepada FKUB yang ada di kabupaten-kabupaten. Mereka tidak bisa hadir di pertemuan, tapi tetap kita latih untuk menyampaikan pesan-pesan pencegahan COVID-19," lanjut Try.
Sosialisasi pencegahan Covid-19 dilakukan bersamaan dengan kegiatan keagamaan baik secara daring maupun luring. Meski diadakan secara luring, ibadah dan sosialisasi Covid-19 tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Jadi ada ibadah melalui daring, lalu para tokoh agama ini katakanlah di awal sebelum ibadah dimulai, atau ada juga yang di akhir ibadah minggu, itu pendeta menyampaikan pesan pencegahan COVID-19 dari telpon seluler, gitu ya," terang Try.
"Namun, untuk yang di kampung-kampung, ada yang ibadahnya itu dilakukan di luar gedung gereja misalnya. Kemudian duduknya juga diatur sedemikian rupa, mereka posisi duduknya berjauhan dan tetap bisa memenuhi protokol COVID-19 dan disitulah kita menggunakan poster-poster, untuk kemudian dijelaskan kepada umat yang hadir dalam ibadah tersebut," imbuh Try.
Selain melalui kegiatan rohani, informasi Covid-19 disosialisasikan melalui Radio Republik Indonesia (RRI) di Papua.
"Jadi, ini menjadi salah satu cara untuk kita menyebarluaskan informasi terkait pencegahan COVID-19 kepada seluruh masyarakat, termasuk yang berada di pinggiran, pedalaman, dan pegunungan di Papua," terang Try.
Selain menggandeng tokoh adat dan tokoh agama, BNPB juga menggandeng influencer untuk membuat video, lagu, dan tari. Masyarakat Papua sangat menyukai seni terutama lagu dan tari agar sosialisasi lebih mudah diterima dan dipahami masyarakat.
"Mengajak influencer anak muda Papua, mereka menyebarkan informasi tersebut melalui jaringan instagram, facebook, dan juga podcast mereka terkait pentingnya menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak itu dengan lagu-lagu dan juga tarian. Masyarakat Papua senang sekali bernyanyi, kemudian mereka senang sekali menari lalu senang juga berolahraga, jadi dalam situasi pandemi covid 19 ini pesan pesan informasi itu akan lebih mudah untuk diterima di masyarakat luas," jelas Try.
Terakhir, Try berpesan pada masyarakat Papua dan Papua Barat agar kompak menghadapi Covid-19.
"Kita mengalami pandemi ini bersama-sama dan kita harus bersama-sama juga untuk mengakhiri pandemi ini. Caranya adalah ko jaga sa, sa jaga ko, dan kitorang semua selamat. Saya jaga kamu, kamu juga harus jaga saya sehingga kita semua akan selamat," Try memungkasi. (Al-Hanaan)
Foto: LinkedIn Try Harysantoso

Comments