top of page

Banjir Bisa Tularkan Covid-19? Ini Kata Ahli

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Sep 22, 2020
  • 2 min read


Indonesia sedang berada di musim hujan. Bahkan, puluhan titik di ibukota terendam banjir. Banjir kali ini membawa kecemasan tersendiri mengingat kita sedang menghadapi wabah Covid-19.


Selama ini diketahui virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ditularkan melalui percikan air (droplet) melalui udara (air-borne transmission). Maka dari itu, kita diwajibkan memakai masker untuk menghindari penularan droplet yang keluar dari hidung dan mulut melalui bersin, batuk, dan ludah.



Apakah banjir berpotensi menularkan Covid-19?


Virolog dari perusahaan air minum Eau de Paris, Sebastian Wurtzer menjelaskan air limbah mengandung konsentrasi virus Corona. Ia melakukan penelitian untuk menyelidiki potensi kandungan virus di air limbah guna memprediksi gelombang kedua Covid-19.



"Got-got menyediakan data wabah dalam waktu yang sebenarnya, karena mereka mengumpulkan tinja dan urine secara konstan dan dapat mengandung virus Corona yang telah menginfeksi manusia," katanya di Science Magazine, Selasa (22/9/2020).


Penelitian serupa juga dilakukan oleh ilmuwan dari Belanda dan Amerika Serikat, Bertsch. Mereka meneliti salurang pembuangan limbah dari 600 ribu orang di Australia periode Maret dan April 2020.



Ketika kasus positif Covi-19 sedang tinggi-tingginya, semakin banyak virus Corona ditemukan di limbah air.


Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis Panduan sementara WHO, Air, Sanitasi, Kebersihan, dan Tata Air untuk SARS Cov-2 pada 29 Juli 2020 menyebutkan bahwa penularan Covid-19 melalui air sangat kecil.



WHO mengatakan keberadaan virus SARS-CoV-2 di air minum yang tak diolah memungkinkan penularan Covid-19. Namun, virus itu tak bisa dikatakan mampu menginfeksi melalui air minum.


Italia sempat menjadi episentrum Corona di dunia. Salah satu sungasi di Italia mengandung fragmen RNA virus Corona. Temuan itu diperoleh saat Italia mengalami puncak wabah Covid-19. Ternyata, penularan melalui air dinyatakan rendah.



"Risiko penularan SARS-CoV-2 dari air murni dan air pesisir, atau kolam renang dan air di spa yang terkontaminasi tinja, adalah sangat rendah," demikian pernyataan WHO, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (22/9/2020).


Hal itu diamini oleh epidemiolog, Dicky Budiman mengatakan hal tersebut berlaku pada air banjir. Namun, air banjir yang mengandung virus Corona tak cukup kuat menginfeksi manusia.



Meski demikian, masyarakat tetap harus menjaga kebersihan dan menaati protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.


"Potensi penularan via air banjir itu kecil. COVID-19 ini bukan water-borne disease," tandas Dicky. (Al-Hanaan)


Image by Arek Socha from Pixabay



Comments


bottom of page