Stok Jarum Suntik dan Vaksin Tak Imbang, AS Bakal Krisis Jarum Suntik
- MyCity News

- Aug 24, 2020
- 2 min read

Banyak negara di dunia beradu siapa yang paling cepat menemukan vaksin Covid-19. Namun, ada hal yang harus disadari di tengah persaingan vaksin, yaitu kelangkaa jarum suntik.
Melansir The Guardian, Senin (24/8/2020), pemerintah Amerika Serikat menghabiskan ratusan juta dolar untuk mengatasi kekurangan jarum suntik. Ini biasa terjadi pada negara yang mengalami kekurangan alat pelindung diri (APD) selama masa pandemi.
Diperkirakan bahwa krisis jarum suntik akan terjadi tahun depan saat gelombang kedua dan ketiga vaksinasi berlangsung. Di samping itu, gangguan pasokan jarum suntik akan terganggu akibat peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran vaksin di musim dingin 2020.
"Apa yang telah kami sampaikan kepada pemerintah di seluruh dunia adalah, jika berencana melakukan program imunisasi untuk Covid-19, pemerintah perlu memesannya [jarum suntik] sekarang dan tidak menunggu sampai vaksinnya siap," Troy Kirkpatrick, juru bicara Becton. , Dickinson & Co.
Perusahaan BD telah berkomitmen untuk memproduksi 470 juta jarum suntik untuk pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada.
Meski demikian, masih ada yang tenang menghadapi kelangkaan jarum suntik. Wakil presiden kelompok tanggap bencana Premier Inc Chaun Powell, misalnya, menganggap pengadaan jarum suntik adalah hal yang mudah bagi Amerika.
"Alat suntik adalah bagian yang mudah, dan saya pikir kita sebagai sebuah negara berada dalam posisi yang sangat baik untuk menghadapinya," katanya.
Pada Mei 2020, whistleblower dan mantan direktur Biomedical Advanced Research and Development Authority (Barda) Rick Bright mengatakan stok jarum suntik nasional hanya sekitar 15 juta.
Lima perusahaan jarum suntik di Amerika Serikat bisa memproduksi 663 juta jarum suntik per tahun. Namun, produksi jarum suntik terpakai untuk program vaksinasi lain, yaitu imunisasi flu.
Untuk memastikan efektivitas vaksin, setidaknya perlu dua kali imunisasi. Diperkirakan Amerika membutuhkan tambahan 850 juta jarum suntik dan 462 juta vaksin untuk imunisasi Covid-19 massal untuk menghasilkan herd immunity. Demikian pernyataan peneliti di Center for American Progress.
"Fase pertama, pasokan kami cukup karena kami tidak akan memvaksin miliaran orang. Kami akan memberikan vaksin kepada ratusan juta orang dulu. Sedangkan fase kedua dan ketiga itulah segala sesuatunya menjadi rumit," kata Prashant Yadav, peneliti di Center for Global Development dan profesor Technology and Operations Management di INSEAD.
Untuk pasokan vaksin, analis McKinsey memperkirakan produsen vaksin berkapasitas kumulatif sebesar 1 miliar dosis di akhir 2020 dan 9 miliar dosis di 2021.
"Jika kita memiliki 7 atau 8 miliar dosis pada 2021 dan 2022, apakah kita memiliki tambahan kapasitas 7 atau 8 miliar jarum suntik? Tidak," kata Yadav.
Pemerintah Amerika Serikat bahkan turut menyuntikkan dana sebesar US$137 juta kepada Retractable Technologies untuk mendukung peningkatan produksi jarum suntik. Demikian laporan dari Dallas Morning News.
Kontrak lain juga dibuat dengan SiO2, produsen botol lapis kaca mikroskopis senilai US$ 143 juta.
Kontrak ini bertujuan meningkatkan produksi botol menjadi 120 juta pada November 2020. Saat ini SiO2 telah memproduksi 14 juta botol per tahun hingga Maret 2020 lalu.
Selain itu, ada ketakutan lain yang tak kalah genting, yaitu panic buying dan penimbunan. Oleh sebab itu, Dealmed tak lagi menjual produk secara langsung setelah menerima pesanan dari pemerintah.
"Orang-orang sangat takut dengan apa yang terjadi dengan N95 sehingga itu hanya akan berlanjut dari produk ke produk," kata Michael Einhorn, presiden Dealmed, distributor peralatan medis terbesar di New York, New Jersey, Pennsylvania, dan Connecticut. (Al-Hanaan)
Foto: LM Otero - AP

Comments