ADB Soroti Penanganan Covid-19 di Indonesia, Efektifkah?
- MyCity News

- Sep 30, 2020
- 2 min read

Penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia mendapat sorotan dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB).
Deputy Director General Economic Research & Regional Cooperation Depatment ADB, Edimon Ginting mengamati kenaikan kasus positif Covid-19 di Indonesia, India, dan Filipina. Menurut Edimon, kepatuhan warga adalah kunci efektivitas kebijakan pencegahan Covid-19.
"Yang berbeda keefektivannya. Kenapa kebijakan yang sama tidak efektif di tempat lain dan di Indonesia ini yang perlu diperbaiki bersama-sama kenapa ini terjadi. Kita harus pelajari lebih dalam barangkali dari segi kepatuhan kita tambahkan lagi," tutur Edimon, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (30/9/2020).
Untuk menekan penularan Covid-19, Indonesia menerapkan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Di Filipina, warga sudah diwajibkan memakai pelindung wajah (face shield).
"Di Filipina ke toko ataupun supermarket kalau maskernya kita nggak bagus nggak boleh masuk. Kalau nggak pake face shield nggak boleh masuk," ungkap Edimon.
Dalam penanganan Covid-19, Edimon belum bisa menilai penanganan yang benar dan salah. Ia menyebut Filipina yang menerapkan kebijakan lockdown dengan sangat ketat.
"Tapi nyatanya saat ini masih menghadapi kasus yang meningkat lebih ke bagaimana ke perkembangan ini sekarang dan membuat kasus ini harian turun. Mungkin di masing-masing tempat penekanan beda," jelas Edimon.
Lebih jauh, ia menuturkan kelebihan dan kekurangan dalam kebijakan penanganan Covid-19. Kebijakan dengan biaya kecil yang berjalan efektif akan memulihkan ekonomi dengan biaya kecil juga.
"Tapi kembali lagi ekonomi, kita tidak akan bangkit kalau kita tidak bisa menangani Covid-19 secara lebih baik. Kebijakan yang biayanya kecil misalnya ya menghindari kerumunan," tandas Edimon. (Al-Hanaan)
Foto: Reuters

Comments