Ada Tiga Kandidat Vaksin Covid-19 Potensial, Apa Saja?
- MyCity News

- Jul 21, 2020
- 2 min read

Penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 semakin menemukan titik terang. Ada tiga kandidat vaksin yang sedang dikembangkan oleh perusahaan berbeda. Tiga vaksin itu terbukti mampu melatih sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan virus Corona tanpa efek samping.
Produsen obat asal Inggris, AstraZeneca memproduksi vaksin bersama Universitas Oxford. Vaksin itu mampu menginduksi respon kekebalan pada peserta studi yang mendapat suntikan dua dosis tanpa efek samping yang serius.
Kandidat vaksin lain yang potensial dikembangkan oleh CanSinoBiologics Inc dan unit penelitian militer Cina. Kandidat vaksin itu aman dan memicu proses kekebalan tubuh pada 508 relawan sehat yang mendapat satu dosis vaksin.
"Sekitar 77% sukarelawan dalam studi mengalami efek samping seperti demam atau nyeri di tempat suntikan, tetapi tidak ada yang dianggap serius," ujar perwakilan dari CanSinoBiologics Inc, seperti dinukil dari Reuters, Selasa (21/7/2020).
Penelitian mengenai dua kandidat vaksin itu dipublikasikan dalam jurnal The Lancet pada Senin (20/7/2020). Vaksin AstraZeneca dan CanSino menggunakan virus flu yang tidak berbahaya, yaitu adenovirus. Adenovirus ini membawa materi genetik virus Corona baru ke dalam tubuh.
"Secara keseluruhan, hasil dari kedua uji coba secara umum serupa dan menjanjikan," tulis Naor Bar-Zeev dan William Moss, dua ahli vaksin dari Sekolah Kesehatan Masyarakat, Johns Hopkins Bloomberg di kolom komentar jurnal The Lancet.
Meski penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan, penelitian tersebut masih membutuhkan studi lebih jauh untuk memperkuat keampuhan dan keamanan vaksin.
Kandidat vaksin ketiga dikembangkan oleh BioNTech dan Pfizer Inc, perusahaan obat Amerika Serikat. Mereka mengeluarkan hasil penelitian kecil mereka di Jerman. Penelitian itu menguji berbagai jenis vaksin yang menggunakan asam ribonukleat (RNA), asam nukleat berantai tunggal yang berperan dalam ekspresi genetik dan produksi protein.
Vaksin itu memerintahkan sel untuk memproduksi protein yang meniru permukaan luar virus Corona. Tubuh mengenali protein seperti virus Corona dan meningkatkan respons imun terhadap virus yang sebenarnya.
Dalam penelitian peer review, vaksin menginduksi antibodi penawar virus pada peserta studi yang diberi dua dosis vaksin. Hasilnya sama dengan uji coba tahap awal yang sebelumnya dilakukan AS.
"Sangat menggembirakan bahwa semua vaksin ini tampaknya menginduksi antibodi pada manusia," kata mantan asisten direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Marie-Paule Kieny dari institut penelitian Prancis Inserm.
Hasil vaksin itu merupakan kabar gembira bagi warga dunia. Kesembuhan dari Covid-19 ada di depan mata. Menurut Worldmeters, per Selasa (21/7/2020), sebanyak 14.852.700 orang di dunia terinfeksi Covid-19, dan 8.906.690 orang sembuh, dan 613.213 orang meninggal dunia. (Al-Hanaan)
Foto: Ted S Warren - AP

Comments