top of page

51% Vaksin Covid-19 Diborong Negara Maju, Negara Miskin Bakal Gak Kebagian?

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Sep 18, 2020
  • 2 min read


Lembaga amal internasional, Oxfam melaporkan sebanyak 51% vaksin Covis-19 sudah diborong oleh negara maju. Negara ini merupakan 13% dari populasi dunia. Demikian penelitian dari Oxfam, dilansir dari Euronews, Jumat (18/9/2020).


Pemborongan vaksin oleh negara maju ini mengancam ketersediaan vaksin global. Oxfam menaksir hal ini sebanyak 61% populasi dunia berisiko tak mendapat bagian vaksin hingga 2022. Tentu populasi ini berasal dari negara berkembang dan negara miskin.



Lebih jauh, peneliti Oxfam menduga ada perusahaan yang mencari keuntungan lebih dengan menerima pesanan vaksin dalam jumlah besar khusus untuk negara maju.


Meski perusahaan sudah mendapat subsidi publik sebesar 2 miliar euro dan menjanjikan dua pertiga dosis vaksin Covid-19 untuk negara berkembang, pasokan vaksin masih dirasa kurang.



Dalam penelitiannya, peneliti Oxfam mengungkapkan "sistem rusak yang melindungi monopoli dan keuntungan perusahaan farmasi dan secara artifisial membatasi produksi," lapor peneliti Oxfam.


Riset itu menunjukkan kesenjangan yang lebar antara negara maju dan negara berkembang. Misalnya, Inggris mendapat perjanjian pasokan vaksin Covid-19 sebanyak lima dosis per kepala, sedangkan Bangladesh hanya mendapat satu dosis per sembilan orang.



"Akses terhadap vaksin penyelamat tidak boleh bergantung pada tempat Anda tinggal atau seberapa banyak uang yang Anda miliki," kata Robert Silverman dari Oxfam America.


"Pengembangan dan persetujuan vaksin yang aman dan efektif sangat penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah memastikan vaksin tersedia dan terjangkau untuk semua orang. Covid-9 ada di mana pun ada, Covid-19 ada di mana-mana," tambah Robert.



Untuk itu, WHO dan Uni Eropa mendukung inisiatif COVAX yang mengusahakan akses vaksin Covid-19 yang adil. Pada Agustus, WHO bersama 172 negara di dunia dan pengembang vaksin terlibat dalam proses pengadaan akses vaksin itu. (Al-Hanaan)


Foto: Henrikas Mackevicius - Pixabay



Comments


bottom of page