top of page

3 Jurus Jitu Agar Daerah Masuk Zona Hijau

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 13, 2020
  • 2 min read


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara dengan kasus positif Covid-19 dan kematian terbesar diantaranya Amerika Serikat, Brasil, Peru, India, dan Rusia.


Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Meski bukan negara dengan kasus positif Covid-19 tertinggi di dunia, Indonesia harus tetap waspada terhadap Covid-19.


Untuk itu, masyarakat wajib bergotong royong untuk memutus rantai penularan Covid-19. Upaya itu berpotensi mencapai angka kesembuhan hingga 50 persen dari seluruh total kasus positif COVID-19.


Gugus Tugas Nasional mencatat angka kesembuhan per 13 Juli 2020 mencapai 36.689 orang.


Per 5 Juli 2020, Tim Pakar Gugus Tugas Nasional mencatat perkembangan zonasi risiko daerah sebanyak 20,2% dari 514 kabupaten/kota masuk dalam zona hijau. Zona hijau adalah zona yang tak tercatat kasus Covid-19.


Ini membuat masyarakat dan pemerintah daerah setempat dapat beraktivitas dengan aman dan produktif. Meski demikian, mereka tetap wajib menerapkan protokol kesehatan.


Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Nasional, Dokter Reisa menjelaskan dampak negatif Covid-19 membuat jutaan orang menjadi pengangguran. Ketiadaan pemasukan membuat kesehatan fisik dan mental terganggu. Untuk itu masyarakat harus kembali produktif dengan menerapkan protokol kesehatan.


"Aktivitas masyarakat harus ditingkatkan dengan protokol kesehatan yang ketat, ini yang kita sebut sebagai adaptasi kebiasaan baru," jelas Dokter Reisa dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta (13/7/2020).


Sebagai negara yang beragam dan multi budaya, perbedaan dalam upaya beradaptasi dengan kebiasaan baru juga beragam. Perbedaan luas wilayah dan kepadatan penduduk membuat tingkat risiko masing-masing daerah berbeda.


"Sebagaimana umumnya beradaptasi dengan kebiasaan baru, sebagian dari kita ada yang lebih cepat, ada juga yang membutuhkan waktu lebih," dr. Reisa mengungkapkan.


Lebih lanjut, dr. Reisa mengajak seluruh masyarakat yang berada di zona merah, oranye, dan kuning untuk belajar pada daerah yang sudah berada di zona hijau.


"Jadi mari kita contoh daerah yang berhasil mempertahankan dan membuat suatu daerah berada di zona hijau," ungkap dr. Reisa.


Oleh karena itu, Dokter Reisa membeberkan tiga jurus jitu agar daerah bisa masuk zona hijau.


"Pertama, kerja keras dan pengawasan ketat oleh Gugus Tugas Daerah dan seluruh pimpinan daerah," kata dr. Reisa.


Kedua, kedisiplinan dan kepatuhan seluruh elemen masyarakat.


"Ketiga, kesadaran bahwa daerah hijau akan membuat masyarakat lebih produktif namun tetap aman COVID-19," imbuh dr. Reisa.


Di akhir konferensi pers, Dokter Reisa mengingatkan daerah yang berada di zona kuning (risiko rendah), zona oranye (risiko sedang), dan zona merah (risiko tinggi) untuk membatasi aktivitas guna mencegah penularan Covid-19. Untuk itu, kerja sama antara pemerintah dan warga mutlak diperlukan. (Al-Hanaan)



Foto: Dume Sinaga - KOMBEN BNPB

Comments


bottom of page