1 dari 3 Pasien Covid-19 Korsel Sembuh dengan Remdesivir
- MyCity News

- Jul 13, 2020
- 1 min read

Pandemi Covid-19 belum berakhir. Vaksin untuk Covid-19 pun belum diciptakan. Namun, ada kabar menggembirakan dari Korea Selatan.
Satu dari tiga pasien di Korea Selatan sembuh setelah diinfus dengan obat anti virus remdesivir dari Gilead Science Inc. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk menentukan apakah pemulihan kesehatan itu disebabkan obat tersebut atau faktor lain seperti kekebalan tubuh dan pengobatan lain. Demikian pernyataan otoritas kesehatan, dilansir dari Reuters Senin (13/7/2020).
Remdesivir menjadi garda terdepan dalam pertarungan melawan Covid-19 setelah obat diberikan melalui infus (intravena/IV) yang membantu memperpendek masa rawat dalam uji klinis di AS.
Dalam uji klinis di Amerika Serikat, remdesivir menjadi obat garda terdepan dalam melawan Covid-19. Pasalnya, obat yang diberikan melalui infus (intravena/IV) tersebut mampu memperpendek masa rawat pasien Covid-19.
Beberapa negara termasuk Korea Selatan telah menambahkan remdesivir dalam daftar pengobatan untuk penyakit yang disebabkan virus Corona.
Pada Jumat (10/7/2020), perwakilan Gilead menunjukkan remdesivir mampu mengurangi risiko kematian pada pasien kritis Covid-19. Namun, ia memperingatkan manfaat remdesivir masih membutuhkan uji klinis ketat.
Pada Sabtu (11/7/2020), Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea (KCDC) melaporkan hasil dari 27 pasien yang diberikan remdesivir di rumah sakit yang berbeda.
Kwon Jun-wook, wakil direktur KCDC mengatakan sembilan pasien itu pulih, 15 pasien tidak menunjukkan perubahan, dan tiga pasien memburuk.
Kwon menambahkan hasil ini belum bisa dibandingkan dengan kelompok pasien terkontrol dan butuh analisis mendalam untuk menyimpulkan manfaat remdesivir.
Pada Juni, Korea Selatan meminta Gilead untuk memasok obat untuk merawat lebih dari 5.000 pasien Covid-19 sebagai persiapan kemungkinan gelombang kedua Covid-19.
Pada Minggu (12/7/2020), Korea Selatan melaporkan kasus positif Covid-19 bertambah 62 menjadi 13.479 kasus dan 289 kematian. (Al-Hanaan)
Foto: Reuters

Comments